Berawal dari satu greenhouse kecil di kaki Gunung Slamet, kini menjadi ekosistem pertanian modern yang tetap membumi.
Bisakah anak muda desa hidup layak dari bertani? Kami, beberapa pemuda Desa Karangturi, Kecamatan Sumbang, memutuskan mencari jawabannya sendiri: satu greenhouse sederhana, sistem hidroponik rakitan, dan tekad untuk belajar dari setiap panen yang gagal.
Ternyata jawabannya: bisa. Asal bertani dikelola seserius bisnis, dan bisnis dijalankan serendah hati petani. Prinsip itulah yang kami pegang sampai hari ini: Bertani, Membumi, Berdikari.
Nama Dhawuh Bumi kami ambil dari bahasa Jawa, artinya perintah bumi. Bagi kami itu pengingat harian: secanggih apa pun alatnya, bumi yang menentukan aturan mainnya, dan tugas kami menurutinya dengan telaten.
{{ t.desc }}
Menjadi ekosistem pertanian modern yang menyinergikan petani, pelajar, dan masyarakat, tempat pangan sehat tumbuh, ilmu dibagikan, dan anak muda desa berdikari.
Bukan foto studio, inilah kami saat bekerja, karena di kebunlah kami paling jujur.
Kami di Desa Karangturi, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sekitar 20 menit dari pusat Purwokerto, di jalur sejuk kaki Gunung Slamet.